Custom Search
Hot News
Monday, January 9, 2017

Catatan Pinggir: Generasi Merah Putih




Oleh Marlin Bato


Dilantik sebagai komandan Taruna Merah Putih Kota Jakarta Barat oleh ketum di Bumi Perkemahan Cibubur. Ada hal menarik yang saya petik selama dua hari tanggal 7-8 Januari 2017. Ada energi baru, spirit baru, inspirasi baru yang menguatkan saya untuk berbuat sekaligus menjadi buah yang terbaik.

Dua hari digembleng dan didoktrin harus kuat dalam segala kondisi, ibarat batu yang keras saat panas terik maupun hujan. Tidak mudah menyerah, tidak mudah goyah. Ibarat roda, saat berada diatas jangan pongah, saat dibawah jangan patah (arang). Tetap tabah dan tegar saat milikmu yang paling berharga direbut dalam genggaman, dan jadilah manusia setia yang pada perkara kecil maupun perkara besar.

Ditempat ini, saya menemukan keluarga baru dalam naungan merah putih. Saat dinginnya malam bumi perkemahan meresapi tulang, kami diurapi dengan siraman refleksi suka duka, berceria dan bercerita tentang Indonesia yang tenteram. Saat hangatnya api unggun merasuk relung, kami harus berpacuh dengan riuhnya negeri yang bernama Indonesia ini. Kami dituntut harus mampu beradaptasi dengan purwa rupa kondisi.

Ketika hampir semua mahluk di bumi sedang bercengkerama dengan mimpi larut malam, kami larungkan diri untuk berikrar, berucap janji, berbelarasa, berpegang tangan, bahkan meleburkan keberagaman kepingan hati kami sehingga satu sama lain diantara kami saling memahami. Semuanya hanya untuk satu tujuan; Menjaga kepercayaan, Kesetiaan dan rendah hati. Kami dituntut untuk berdiri tegak sebagai Top Leader, bukan follower (kata Bang Ara)

Ketika gemericik air mengedap dilembah-lembah, ketika bunyi jangkrik bertalu dicela-cela pohon, ketika embun membasahi rerumputan, ketika riuh gemintang mengerlipkan cahaya, ketika rembulan berdiri tegak dipundak, menusuk ubun-ubun kami, pekat yang menyengat bahkan saat desiran angin malam berhembus, kami meng-himne-kan Pancasila Rumah Kita, mengumandangkan mars perjuangan sebagai haluan merah putih. Ini semua untuk mempertegas, bahwa kami wajib menjadi pengawal ideologi bangsa yang kini hendak dikoyak.

Dibawah panji pancasila, pataka kami terima dengan penuh gelora. Rindang pepohonan bumi perkemahan menjadi saksi kami. Dibawah atap langit kami berjanji untuk berani. Beralaskan bumi yang dipijak kami diuji untuk membumi. Dibawah tenda, kami berjejal untuk ditempah menjadi generasi merdeka. Kami mendeklairkan diri sebagai "Taruna Merah Putih", generasi pelopor, generasi penerus. Generasi yang selalu bernostalgia pada sejarah bangsa. Warna kami sudah jelas, Merah dan Putih.

Bung Edo Kondologit saat hadir sejak pagi hingga subuh bersama kami bernyayi dalam penggalan lirik "dibawah tiang bendera":
Kita adalah saudara, dari rahim ibu pertiwi
Ditempa oleh gelombang, dibesarkan jaman
Di bawah tiang bendera
Dulu kita bisa bersama, dari cerita yang ada
Kita bisa saling percaya, yakin dalam melangkah
Lewati badai sejarah

Salam angkat topi untuk
Ketum (Bang Ara)
Sekjen (Ibu Restu)
Bendum (Bang Rudi Halim)
DPD DKI (Bang Dadang)
DPC Jakut (Bung Malo)
DPC Jaktim (Bung Brando)
DPC Jaksel (Bung Rahmat)
DPC Jakpus (Bung Andi)

Salam juga untuk
Bang Yopi,
Mbak Mira Litay
Bang Edo Kondologit
Bang Edo Simanjuntak
Bang Nico Siahaan
Bang Rolas

Keluarga Besar Taruna Merah Putih


Merdeka...!!
Item Reviewed: Catatan Pinggir: Generasi Merah Putih Rating: 5 Reviewed By: The Indonesian Post