Custom Search
Hot News
Friday, December 30, 2016

Was-was, Umat Muslim Papua Desak Polri Segera Proses Habib Rizieq

Tokoh Agama dan sejumlah pimpinan OKP di Papua Barat. (Oki Rose/indo)



INDOPOST, MONOKWARI – Pemuka agama, tokoh masyarakat dan sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang ada di Manokwari, Papua Barat, mendesak agar Imam Besar FPI Rizieq Shihab, segera diproses hukum.

“Sebab diduga Rizieq melecehkan umat Kristen melalui isi ceramahnya di Pondok Kelapa-Jakarta Timur, berdasarkan tayangan video yang diunggah di media sosial,” tutur Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Filep Wamafma, Rabu 28 Desember 2016.

Dalam kasus ini, kata Filep, ada dugaan Rizieq melanggar Pasal 156 KUHP dan Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. “Laporan kami itu diterima polisi dengan nomor LP/6344/XII/2016/PMJ/ Dit. Reskrimsus pada Senin, 26 Desember 2016,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Rizieq dilaporkan atas video yang beredar di media sosial berisi ceramahnya yang berlangsung di Pondok Kelapa-Jakarta Timur, pada hari Natal, Minggu, 25 Desember 2016.
Menurut Filep, persoalan Rizieq berpotensi memecah persatuan kesatuan bangsa, meruntuhkan nilai Pancasila, dan konstitusi Indonesia. “Untuk itu proses hukum Rizieq wajib dilakukan aparat negara, guna memberi rasa keadilan pada semua pihak,” jelas mantan anggota KPU Papua Barat ini, kepada sejumlah wartawan.

Filep juga berharap, jangan sampai negara kalah dengan pihak-pihak tertentu. Sebab Indonesia ini negara hukum, bukan negara kekuasaan. “Pastinya hal ini berdampak ke seluruh daerah yang ada di Indonesia. Ini bukan masalah politik, tapi konflik isu SARA. Jadi, segera dituntaskan, karena dapat meruntuhkan nasionalisme masyarakat,” jelasnya.

Para pemuka agama dan sejumlah OKP di Manokwari ini juga menegaskan, pemerintah melalui Kapolri wajib melakukan kebijakan menyelesaikan konflik yang berkembang di Indonesia.
“Tak boleh ada satu pihak pun yang melindungi orang-orang atau kelompok-kelompok yang ingin memecah bela Indonesia, karena berdasarkan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 1945 merupakan nilai-nilai yang harus dijaga, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Filep.

Ketua PMKRI Manokwari Yuliana Mate, menyatakan jika kasus Ahok bisa diproses secara hukum dengan cepat, maka kasus Rizieq harus segera dilakukan hal yang sama. “Agar menimbulkan rasa keadilan bagi umat Kristen, karena ini penistaan agama Nasrani,” katanya.

Sekretaris Lembaga Misi Recclassering Republik Indonesia Papua Barat, Jalil, menuturkan, sebagai umat muslim di Manokwari, pihaknya juga merasa was-was, jangan sampai ulah Rizieq ini meruntuhkan sikap saling menghormati antar umat beragama di Indonesia, khususnya di Papua dan Papua Barat selama ini.

“Hingga kini kami antar umat beragama di Manokwari tak ada perpecahan. Kami tetap saling menghargai satu sama lain dan tetap memberikan ucapan Natal kepada umat Nasrani, tapi yang ditakutkan akan hancur karena ulahnya Rizieq, maka Polri harus segera bertindak tegas, jangan biarkan kami di daerah hancur karena ulah Rizieq,” jelas Jalil.

Dalam pertemuan ini, dihadiri Ketua Aliansi Masyarakat Adat Papua Barat, Napoleon Fakdawer, Ketua Persatuan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia Papua Barat Yan Arwam, Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional Ronald Mambieuw, Ketua GMKI Manokwari John Mentansan, Ketua PMKRI Manokwari Yuliana Mate, Ketua GMNI Manokwari Yosak Saroi, dan Sekretaris Lembaga Misi Recclassering Republik Indonesia Papu Barat, Jalil.

Seluruh OKP yang hadir menyatakan, semua OKP akan membuat pernyataan tertulis untuk dikirimkan ke Kapolri. Para pimpinan OKP ini menyetujui kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku dan mendukung langkah-langkah yang dilakukan kepolisian dalam menangani masalah ini. 


(kabarpapua/indo)
Item Reviewed: Was-was, Umat Muslim Papua Desak Polri Segera Proses Habib Rizieq Rating: 5 Reviewed By: The Indonesian Post